Prinsip-Prinsip Hak Asasi Hewan dalam Pemikiran Nurcholish Madjid

Authors

  • Muhammad Yasser STIT Daarul Fatah Tangerang
  • Nandang Solihin STIT Daarul Fatah Tangerang

Keywords:

Hak Asasi Hewan, Nurcholish Madjid, Teosentrisme, Taskhir, Idul Qurban

Abstract

This research raises the question of principles or Islamic foundations of animal rights as found in the thoughts of Nurcholish Madjid (Cak Nur). Cak Nur has been widely known as a leading Islamic humanist, however, a more in-depth reading of several of his articles also reveals that he is a figure who has a great concern for the fate of non-human animals. This is certainly interesting considering that in this contemporary era, along with the rise of environmental advocacy and animal rights movements, there is a fierce conflict between the anthropocentric paradigm (which centers on humans) and eco-biocentric (which places humans as "only" one member of the natural community). Three questions are raised in this research: how is the relevancy between the Islamic reformation project promoted by Cak Nur to the discourse and advocacy of animal rights? What is his view on the relationship between animals and humans based on Islamic sources? And finally, what are his thoughts regarding the spiritual dimension of animals as a basis for (islamic) animal rights? This research uses a descriptive-analytical method on several articles by Cak Nur that are considered relevant to the research theme. A comparative study was also conducted on several contemporary thinkers with similar concerns, such as Sarra Tlili, Masri, and Abdul-Munir Mulkhan. This research concluded that there is a connection between humanism (respect for human rights) and the struggle for the sacred value of nature, as well as animal rights and welfare. Keywords: Animal Rights; Nurcholish Madjid; Theocentrism; Taskhir; Eid Al-Adha. ABSTRAK Penelitian ini mengangkat tema prinsip-prinsip atau landasan keislaman hak asasi hewan sebagaimana terdapat dalam pemikiran Nurcholish Madjid (Cak Nur). Selama ini sosok Cak Nur telah dikenal luas sebagai humanis-Islam garda terdepan, namun demikian lewat pembacaan yang lebih mendalam terhadap beberapa artikel tulisannya diketahui pula bahwa ia merupakan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap nasib hewan-hewan non-manusia. Hal ini tentu saja menarik mengingat di era kontemporer ini, seiring dengan maraknya gerakan advokasi lingkungan dan hak-hak hewan, terdapat pertentangan yang sengit antara paradigma antroposentris (yang berpusat pada manusia) dengan eko dan biosentris (yang menempatkan manusia sebagai “hanya” salah-satu anggota komunitas alamiah). Tiga pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini: bagaimana relevansi proyek pembaruan Islam yang diusung Cak Nur dengan wacana hak asasi hewan (animal rights)? Bagaimana pandangannya perihal relasi hewan dengan manusia berdasarkan sumber-sumber keislaman? dan akhirnya, bagaimana pemikirannya berkenaan dengan dimensi spiritual hewan sebagai landasan hak asasi hewan? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis terhadap beberapa artikel dari Cak Nur yang dianggap relevan dengan tema penelitian. Selanjutnya juga dilakukan studi komparasi terhadap beberapa pemikir kontemporer yang memiliki perhatian yang sama, seperti Sarra Tlili, Masri dan Abdul-Munir Mulkhan. Penelitian ini sampai pada satu kesimpulan adanya ketersambungan antara humanisme (penghargaan terhadap hak-hak asasi kemanusiaan) dengan perjuangan nilai sakral alam (sacred value of nature), dan hak-hak serta kesejahteraan hewan (animal right and welfare). Kata Kunci: Hak Asasi Hewan; Nurcholish Madjid; Teosentrisme; Taskhir; Idul Qurban.

References

Ali, Fachry. “Melampaui Dua Rezim: Analisa Politik Pemikiran Keislaman Nurcholish Madjid”. Jurnal Peradaban 3, no. 2 (December 31, 2023): 52–70. Accessed February 23, 2025. https://journal.paramadina.ac.id/index.php/jpb/article/view/906.

Awaludin, Hamid, HAM: Politik, Hukum, dan Kemunafikan Internasional, Jakarta: Kompas, 2012.

Barton, Greg Pengaruh Pemikiran Cak Nur di Kancah Global, Presentasi dalam pertemuan Sekolah Pemikiran Cak Nur (SPCN) Pertemuan ke 29, 30 Januari 2025 via Zoom.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran Balitbang dan Diklat Kementrian Agama RI, Hewan dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains, Jakarta: Lajnah, 2012.

Madjid, Nurcholish “Ajaran Nilai Etis dalam Kitab Suci dan Relevansinya Bagi Kehidupan Modern,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____ “Ramadan 7,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Alam Keruhanian dan Makhuk Spiritual,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Era Informasi: Kaitan Antara Rasionalitas dan Religiusitas, dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Era Informasi: Masalah Menafsirkan Al-Qur’an dengan Sumber Modern,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Fitrah,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Fondasi Etika Islam,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Kalam Kekhalifahan Manusia dan Reformasi Bumi,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Mitos dalam Agama dan Budaya,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Peranan Umat Muslim Memasuki Era Industrialisasi di Indonesia,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Reaktualisasi Nilai-nilai Kultural dan Spiritual dalam Proses Transformasi Masyarakat,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Sekali Lagi Tentang Sekularisasi,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Sekilas Tentang Paham Lingkungan,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

_____, “Spiritualitas Bisnis,” dalam, Budhy Munawar-Rachman (peny.), Karya Lengkap Nurcholish Madjid: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan, Jakarta: NCMS, 2019.

Madjid, Omi Komaria, Cak Nur: Keteladanan dan Relevansi Pemikirannya Kini, Testimoni dalam pertemuan Sekolah Pemikiran Cak Nur (SPCN) Pertemuan ke 31, 6 Februari 2025, 19.00-21.00 via Zoom.

Masri, A.B.A., Animal Welfare in Islam, Leicestershire: The Islamic Foundation, 2009.

Mulkhan, Abdul Munir, Ritual Sosial dan Ibadah Kurban: Jihad Kemanusiaan, Jakarta: Muara, 2014.

Tlili, Sarra, Animals in the Qur’an, Cambridge: Cambridge Univ. Press, 2012.

Yasser, Muhammad, Hak Asasi Hewan dalam Islam: Idul Qurban dalam Perspektif Ontosentrisme, Depok: Dialektika, 2022.

Downloads

Published

2025-07-22

Issue

Section

Articles